Nightcode
Nightcode
  • Service
  • Portfolio
  • Testimonials
  • FAQ
  • Blog
  • Book a Call
Nightcode
Nightcode

Howdy!

We blend strategy, creativity, and technology to help brands grow, connect, and stand out in an ever-evolving digital world.

Get in touch
  • (212) 555-7398
  • hello@nightcode.id

Follow Us

  • Facebook
  • Linkedin
  • Instagram
Nightcode
nightcode
  • Facebook
  • Linkedin
  • Instagram
CLOSE
Nightcode
Nightcode

Popular searches

  • UI / UX Design
  • Photography
  • Digital Marketing
  • Creative
  • Innovative
  • Visionary
  • Disruptive
  • Adaptive
  • Reliable
  • Scalable
  • Impactful
  • Dynamic
BlogKekuatan Call-to-Action: Cara memaksimalkan hasilnya

Kekuatan Call-to-Action: Cara memaksimalkan hasilnya

Nightcode
Nightcode
August 30, 2022
SHARE THIS ARTICLE
Kekuatan Call-to-Action: Cara memaksimalkan hasilnya

Sebelumnya saya ingin menyampaikan bahwa artikel ini bukanlah panduan untuk mendesain tombol Call-to-Action (CTA). Ini lebih merupakan sebuah manual praktis untuk membuat CTA yang efektif. Pendekatan yang komprehensif untuk membuat call-to-action pasti akan menjamin bahwa elemen antarmuka (interface) anda dapat diklik bahkan jika anda menggambarnya secara kasar dengan tangan.

Tanyakan kepada desainer apa arti “Call-to-Action”, dan dia akan memberi tahu Anda bahwa itu adalah tombol, bagian elemen antarmuka interaktif. CTA adalah cara bagi pengguna untuk melakukan tindakan selanjutnya, seperti membeli barang, berlangganan pembaruan, atau meminta bantuan. Kemudian perancang akan mulai memberi tahu Anda seperti apa tampilan tombol CTA.

Namun, bukan hanya itu cara yang bagus untuk membuat Call-to-Action.

Tunggu lalu apa yang salah dengan itu? Begini, anggaplah ada stasiun penyewaan skuter elektrik yang menggunakan koin untuk menggunakannya, di sana ada tombol Call-to-action “Beli Koin”. Tapi tidak ada yang mendorong orang untuk mencobanya, kecuali buat mereka yang ingin benar-benar pergi ke suatu tempat. Dan mungkin jika anda melihat di tempat lain, tampilan tombol itu sama saja.

Call-to-Action bukanlah hanya sebuah tombol. Ini adalah undangan untuk mendapatkan apa yang mereka butuhkan. Kebanyakan pengguna hanya berpikir tujuan mereka yaitu beli koin hanya untuk menggunakan skuter elektrik. Padahal, Call-to-Action juga harus baik menciptakan keinginan untuk menikmati penggunaan skuter elektrik. Jika kamu bertanya kepada seorang desainer mungkin mereka menanggap hanya membuat tombol itu menarik untuk ditekan, memfokuskan semua perhatian pengguna pada CTA.  seperti “Beli Koin Skuter Sekarang!” Mereka menghasilkan pesan agresif dan memastikan itu menarik perhatian instan.

Lalu bagaimana membuat pendekatan tersebut? Di artikel ini saya akan membahas pendekatan komprehensif untuk membuat CTA yang efektif.

 

 

Sebuah pendekatan Komprehensif untuk membuat Call-to-Action

Pendekatan yang komprehensif berarti memahami dasar-dasar pemasaran visual dan psikologi pengguna. Ini berarti melacak semua faktor yang mempengaruhi efektifnya CTA.

Berikut yang paling penting:

 

Interest dan Motivasi

Jika pengguna tidak menyukai desain atau menganggap tawaran itu tidak menarik pada pandangan pertama, mereka akan meninggalkan halaman sebelum masuk ke CTA. Seperti yang kita ketahui desain yang baik membuat orang tetap berada di halaman, menjelajahi konten, dan mempertimbangkan tindakan target. Jika penawaran dibuat dengan tidak menarik, tidak ada kekuatan natural yang akan membuat pengguna melakukan tindakan tersebut.

Untuk berhasil menarik pengguna, Anda memerlukan pemahaman mendalam tentang selera dan preferensi audiens target Anda.

 

UI dan UX yang baik

Jika dari segi UI (User Interface) Ini tentang kesan sesaat yang dibuat dengan melihat halaman. Halaman yang berantakan dengan terlalu banyak konten, seperti tulisan atau gambar yang berlebihan dapat membingungkan dan membuat frustrasi pengguna. Banyak toko online menampilkan deretan tombol “Beli” yang mempesona. Namun, Foto produk yang minim dan hanya memberikan sebatas informasi produk. Semua ini menciptakan kesan berantakan dan membuat toko dan produknya tampak tidak dapat dipercaya.

Desain minimalis yang jelas adalah solusi terbaik, mudah dilihat.

Lalu menciptakan UX yang baik, berikut prasyarat pertama untuk CTA yang efektif:

  • navigasi sederhana dan mudah dipahami oleh pengguna
  • tidak ada hambatan
  • prediktabilitas

 

Cara pengguna dari titik memulai harus sesederhana, intuitif, dan selogis mungkin. Ketika segera jelas apa yang ditawarkan dan apa yang perlu dilakukan, kemungkinan besar akan mendorong respons positif.

Perlu di ingat semakin lama perjalanan ke CTA, semakin banyak formulir pendaftaran, survei, dan rintangan lain yang ada di jalan, semakin sedikit pengguna yang sampai ke tombol. Semakin rumit tindakan panggilan, semakin banyak motivasi yang Anda butuhkan.

Tampilan halaman apple.com, memiliki Navigasi yang baik

 

Penempatan Konten dan CTA

Konten halaman web harus bekerja sesuai tujuan utama, menunjukkan kelebihannya dan membimbing pengguna ke bagian CTA. Saya sendiri senang membuat presentasi konten di website layaknya bercerita saat scrolling atau saya menyebutnya istilah “Scrollytelling”. Karena menurut saya rata-rata orang menyukai cerita dibanding konten yang hard-selling. Dalam hal persentasi konten adalah faktor pemutusan bagi pengguna apakah mereka akan melakukan Call-to-Action.

Banyak pengguna tidak punya waktu untuk menjelajahi konten tetapi sudah diminta untuk melakukan suatu tindakan, padahal mereka masih belum memahami penawaran anda. Anda harus mulai dengan memberikan beberapa informasi tentang penawaran Anda secara ringkas dan informatif sehingga pengguna Anda dapat membentuk kesan positif. Ini sangat penting untuk penawaran dan layanan bisnis.

Karena tidak semua penawaran memerlukan deskripsi terperinci. Mari kita lihat bagaimana Apple melakukannya.

Di sini, Apple dengan cerdas menggeser headline dan gambar menjadi sebuah sorotan (highlight). Bukan CTA yang menjadi highlight. Di mana tombol terang yang mendesak Anda untuk “beli sekarang”? Di mana font tebal pada CTA?

 

Terlihat tombol “Selengkapnya >” hanya sebuah font yang kecil, biasa, layaknya teks simple pada umumya. Bagian yang memberikan pengaruh agresif adalah sebuah gambar Apple TV, Remote dan heading.

Jika dilihat diatas produk Apple tidak perlu penjelasan. Tetapi jika penawaran produk Anda juga dapat ditampilkan melalui citra yang efektif seperti itu, lakukanlah dan mulailah dengan menunjukkan produk Anda disertai dengan CTA yang tidak mencolok. Namun, jika Anda tidak dapat mengandalkan presentasi visual, CTA perlu diikuti dengan deskripsi penawaran.

 

Komunikasikan Nilai Produk atau Benefit

Cobalah lihat dari sudut pandang sebagai pelanggan, Apa yang ditawarkan yang cukup berharga untuk membuat mereka menekan tombol CTA? Benefit apa saja yang didapatkan? Setiap informasi numerik tentang Benefit juga harus ditempatkan secara visual dekat dengan tombol CTA dan cukup tersorot untuk mereka.

 

Kesimpulan

CTA ini adalah salah satu alat terpenting dalam pemasaran anda dan memahami cara menggunakannya dengan benar sangat penting untuk hasil yang efektif. Baik anda membuat Landing Page untuk campaign, Awareness tentang suatu acara, atau memulai bisnis baru. Pengunjung website juga pasti tidak mengakses halaman hanya untuk sebuah tombol, tetapi bagaimana mereka bisa tertarik dengan penawaran produk atau layanan anda.

Semoga dengan artikel ini anda dapat menyajikan bukan hanya desain CTA bagus tapi bagaimana penawaran CTA anda yang maksimal sehingga dapat dicapai oleh pengunjung. Anda dapat konsultasikan ke kami tentang bisnis anda baik itu pembuatan website, landing page, toko online ataupun aplikasi mobile dengan konsultasikan bisnis anda disini.

Lihat harga pembuatan website: nightcode.id/development

Marketing
All Posts
Latest NewsLatest News
Nightcode
Top 10 Data Visualization Tools untuk Business Intelligence

By Nightcode – November 30, 2022

Nightcode
Ingin berkarir menjadi QA? Ini Keahlian yang perlu dimiliki!

By Nightcode – October 14, 2022

Nightcode
Cara sederhana meningkatkan keamanan website

By Nightcode – September 19, 2022

Nightcode
Apakah usaha kecil membutuhkan website?

By Nightcode – August 25, 2022

Need a website that feels different?Let’s make it happen

Email
hello@nightcode.id
WhatsApp
(62) 813 8790 9639
follow us
FacebookInstagramLinkedin
Nightcode © 2026
All rights reserved.